Jumat, 05 Oktober 2012


Bulan ini, september, untuk kedua kalinya membuat air mata ini keluar kembali. Ntah apa yang aku rasakan saat ini. sungguh, aku tak tahu.
Jalan da’wah, jalannya panjang tak berujung, banyak orang yang tak tertarik dengannya, dan butuh perjuangan yang dahsyat untuk memperoleh kemenangannya.
Demi Allah, perjuangan ini, bukankah perjuangan ini bukan untuk islam. Islam bahkan tak butuh dengan perjuangan kita ini. islam sudah mula di mata Allah. Ya, perjuangan ini memang sebenarnya untuk diri kita sendiri.
Ya Allah, mungkin hanya engkau yang tahu apa yang terbaik untuk hamba dan kami semua.
Di satu sisi, aku merasa ingin pergi, pergi tidak untuk meninggalkan semua ini, tapi pergi untuk memperbaiki diri. Namun, disis lain, Allah melarang untuk meninggalkan kaum yang lemah.
19-09-2012 @rumah pink yang sejuk
BAQI tetap tersenyum meski terluka dan terjatuh. Ya. Mungkin terluka dengan hati yang tak mau berbicara. Di kesenyapan malam, remang-remang dalam pandangan, aku menatap langit yang dekat namun jauh, duduk bersandar ditemani bunga-bunga cantik nan segar warna dan baunya,
Dengan setumpuk amanah yang bertumpang di pundak ini, dengan tuntutan tanggungjawab yang harus diemban, ku jalani langkah ini. bismillah, yang pertama aku ucapkan.
Teringat dengan sebuah pernyataan, “Janganlah engkau meminta amanah, tetapi ketika amanah itu datang kepadamu, jalani amanah itu dengan sebaik-baiknya.”, “Jangan engkau borong amanah itu. Jika engkau merasa tidak akan adil, maka lepaskan dengan sebaik-baik sikap.”
Akhir-akhir ini ada sesuatu yang berbeda. senyum yang terasa pahit, ucapan salam yang tak menyentuh, jabat tangan yang singkat dan tak dimaknai.
Beberapa hari ini, banyak sekali mendengar keluhan tentang perjuangan da’wah. Bahkan satu per satu mundur dari organisasi dengan title ‘da’wah’.
Entah ada apa ini. lamat-lamat aku mengamati sesuatu. Ternyata hal itu mungkin pengaruh dari ruhiyah kita yang sedang tak sehat. Ruhiyah sangat mempengaruhi apa yang akan kita lakukan dan kita ucapkan. Mungkin kita banyak berkata sia-sia, berbuat dengan sikap berlebihan, ghadul bashar yang sudah tak lagi dijaga, mengabaikan tilawah Al Quran dengan alasan tugas dunia, tasbih yang terlupakan, bercanda dan tertawa dengan berlebihan, bersemayam hati yang berpenyakit, saling berbisik untuk memperbaiki namun tak ada aksi untuk memperbaiki, menghadiri suatu kegiatan hanya untuk niat-niat tertentu, dan apapun yang mengotori diri kita ini. astagfirullah...
Mungkinkah itu yang membuat setiap kegiatan menghadapi banyak hambatan. Karena kita tidak memberikan ruh kepada setiap kegiatan yang akan kita lakukan. Wallahu‘alam.
Semua memang sudah ditentukan oleh Allah Swt. Apapun yang terjadi saat ini, itupun pasti sesuatu yang terbaik dariNya, dan yang harus kita ketahui bahwa Allah tidak pernah mendzolimi hamba-hambaNya. Justru kita yang telah mendzolimi diri kita dan organisasi yang kita tempati.   
22-09-2012
Jalan da’wah memang tidak enak. Sama sekali tidak enak. Tapi tahukah bahwa janji Allah itu benar. Sungguh benar. Kita hanya menunggu 1 menit 49 detik saja untuk menuju akhirat. Surga dan nerakalah tempat kembali yang abadi.
Aku terjatuh dan tak bangkit lagi, dalam lauta
Hari ini, banyak hikmah yang bisa aku ambil. Meski menangis, terluka, tapi semua untuk perbaikan. Teringat sebuah kata bahwa “manisnya hidup akan terasa jika merasakan pahitnya”. Begitupun di organisasi ini.
BAQI.
Dua huruf yang bertemu dalam satu kata. Ba dan Qi. Memiliki banyak makna. Bisa berarti kekal, pewaris, tempat pemakaman sahabat-sahabat Rasulullah atau kalau Baqi sebuah benda, bisa berarti wadah. Wadah untuk melayani umat. Melayani dalam memberantas buta huruf Al Quran. Indahnya kata itu...
Mungkin seperti itu pula indahnya hari ini. indah dengan saling mengingatkan, indah dengan saling melengkapi, indah dengan tangisan, indah dengan tawa, indah dengan perjuangan dan pengorbanan, indah dengan kasih dan sayang...
Aku mau terus berdoa agar Allah selalu meridhoi organisasi ini. organisasi kecil yang tak ada apa-apanya dibanding dengan format islam kala Rasulullah masih memimpin atau mungkin ketika sahabat-sahabat Rasulullah menjamin nyawanya untuk islam.
Celoteh yang tak biasa sore tadi,
Mengenai introspeksi. Takdir. Kefatalan. Kekurangan. Dan, MAAF.
Ok, sekarang jangan katakan ‘Aku’ atau ‘Kamu’ untuk da’wah ini. Tapi katakan ‘KITA’. Di organisasi ini kita bersama-sama mewujudkan visi dan misi. Apapun yang terjadi, itu menjadi tanggungjawab bersama meskipun setiap orang memiliki kadar kesalahan yang berbeda.  
Ruhiyahlah kunci utama.  
Ketika ruhiyah kita baik, ruhiyahlah yang akan menggerakkan semuanya. Mungkin menggerakkan mulut kita untuk berucap, “Apa yang bisa saya bantu?” menggerakkan kaki untuk melangkah ke majelis ilmu, rapat, menyebar proposal, mengajar atau apapun yang bermanfaat. Atau menggerakan tangan ini untuk sekedar berkontribusi dalam mengetik surat, mendekap penuh kasih saat sahabat kita terluka, mengulurkan tangan saat sahabat kita terjatuh.
Ya. Ruhiyah. Ruhiyah yang mencerminkan segala tingkah laku kita. Dan mempengaruhi kegiatan yang akan kita lakukan.
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar