Bulan ini, september,
untuk kedua kalinya membuat air mata ini keluar kembali. Ntah apa yang aku
rasakan saat ini. sungguh, aku tak tahu.
Jalan da’wah, jalannya
panjang tak berujung, banyak orang yang tak tertarik dengannya, dan butuh
perjuangan yang dahsyat untuk memperoleh kemenangannya.
Demi Allah, perjuangan
ini, bukankah perjuangan ini bukan untuk islam. Islam bahkan tak butuh dengan
perjuangan kita ini. islam sudah mula di mata Allah. Ya, perjuangan ini memang
sebenarnya untuk diri kita sendiri.
Ya Allah, mungkin hanya
engkau yang tahu apa yang terbaik untuk hamba dan kami semua.
Di satu sisi, aku merasa
ingin pergi, pergi tidak untuk meninggalkan semua ini, tapi pergi untuk
memperbaiki diri. Namun, disis lain, Allah melarang untuk meninggalkan kaum
yang lemah.
19-09-2012 @rumah pink
yang sejuk
BAQI tetap tersenyum meski
terluka dan terjatuh. Ya. Mungkin terluka dengan hati yang tak mau berbicara.
Di kesenyapan malam, remang-remang dalam pandangan, aku menatap langit yang
dekat namun jauh, duduk bersandar ditemani bunga-bunga cantik nan segar warna
dan baunya,
Dengan setumpuk amanah
yang bertumpang di pundak ini, dengan tuntutan tanggungjawab yang harus
diemban, ku jalani langkah ini. bismillah, yang pertama aku ucapkan.
Teringat dengan sebuah pernyataan,
“Janganlah engkau meminta amanah, tetapi ketika amanah itu datang kepadamu,
jalani amanah itu dengan sebaik-baiknya.”, “Jangan engkau borong amanah itu.
Jika engkau merasa tidak akan adil, maka lepaskan dengan sebaik-baik sikap.”
Akhir-akhir ini ada
sesuatu yang berbeda. senyum yang terasa pahit, ucapan salam yang tak
menyentuh, jabat tangan yang singkat dan tak dimaknai.
Beberapa hari ini, banyak
sekali mendengar keluhan tentang perjuangan da’wah. Bahkan satu per satu mundur
dari organisasi dengan title ‘da’wah’.
Entah ada apa ini.
lamat-lamat aku mengamati sesuatu. Ternyata hal itu mungkin pengaruh dari
ruhiyah kita yang sedang tak sehat. Ruhiyah sangat mempengaruhi apa yang akan
kita lakukan dan kita ucapkan. Mungkin kita banyak berkata sia-sia, berbuat
dengan sikap berlebihan, ghadul bashar yang sudah tak lagi dijaga,
mengabaikan tilawah Al Quran dengan alasan tugas dunia, tasbih yang terlupakan,
bercanda dan tertawa dengan berlebihan, bersemayam hati yang berpenyakit,
saling berbisik untuk memperbaiki namun tak ada aksi untuk memperbaiki,
menghadiri suatu kegiatan hanya untuk niat-niat tertentu, dan apapun yang
mengotori diri kita ini. astagfirullah...
Mungkinkah itu yang
membuat setiap kegiatan menghadapi banyak hambatan. Karena kita tidak memberikan
ruh kepada setiap kegiatan yang akan kita lakukan. Wallahu‘alam.
Semua memang sudah
ditentukan oleh Allah Swt. Apapun yang terjadi saat ini, itupun pasti sesuatu
yang terbaik dariNya, dan yang harus kita ketahui bahwa Allah tidak pernah
mendzolimi hamba-hambaNya. Justru kita yang telah mendzolimi diri kita dan
organisasi yang kita tempati.
22-09-2012
Jalan da’wah memang tidak
enak. Sama sekali tidak enak. Tapi tahukah bahwa janji Allah itu benar. Sungguh
benar. Kita hanya menunggu 1 menit 49 detik saja untuk menuju akhirat. Surga
dan nerakalah tempat kembali yang abadi.
Aku terjatuh dan tak
bangkit lagi, dalam lauta
Hari ini, banyak hikmah
yang bisa aku ambil. Meski menangis, terluka, tapi semua untuk perbaikan.
Teringat sebuah kata bahwa “manisnya hidup akan terasa jika merasakan
pahitnya”. Begitupun di organisasi ini.
BAQI.
Dua huruf yang bertemu
dalam satu kata. Ba dan Qi. Memiliki banyak makna. Bisa berarti kekal, pewaris,
tempat pemakaman sahabat-sahabat Rasulullah atau kalau Baqi sebuah benda, bisa
berarti wadah. Wadah untuk melayani umat. Melayani dalam memberantas buta huruf
Al Quran. Indahnya kata itu...
Mungkin seperti itu pula
indahnya hari ini. indah dengan saling mengingatkan, indah dengan saling
melengkapi, indah dengan tangisan, indah dengan tawa, indah dengan perjuangan
dan pengorbanan, indah dengan kasih dan sayang...
Aku mau terus berdoa agar
Allah selalu meridhoi organisasi ini. organisasi kecil yang tak ada apa-apanya
dibanding dengan format islam kala Rasulullah masih memimpin atau mungkin
ketika sahabat-sahabat Rasulullah menjamin nyawanya untuk islam.
Celoteh yang tak biasa
sore tadi,
Mengenai introspeksi.
Takdir. Kefatalan. Kekurangan. Dan, MAAF.
Ok, sekarang jangan
katakan ‘Aku’ atau ‘Kamu’ untuk da’wah ini. Tapi katakan ‘KITA’. Di organisasi
ini kita bersama-sama mewujudkan visi dan misi. Apapun yang terjadi, itu
menjadi tanggungjawab bersama meskipun setiap orang memiliki kadar kesalahan
yang berbeda.
Ruhiyahlah kunci utama.
Ketika ruhiyah kita baik,
ruhiyahlah yang akan menggerakkan semuanya. Mungkin menggerakkan mulut kita
untuk berucap, “Apa yang bisa saya bantu?” menggerakkan kaki untuk melangkah ke
majelis ilmu, rapat, menyebar proposal, mengajar atau apapun yang bermanfaat.
Atau menggerakan tangan ini untuk sekedar berkontribusi dalam mengetik surat,
mendekap penuh kasih saat sahabat kita terluka, mengulurkan tangan saat sahabat
kita terjatuh.
Ya. Ruhiyah. Ruhiyah yang
mencerminkan segala tingkah laku kita. Dan mempengaruhi kegiatan yang akan kita
lakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar