Catatan AnekdotKu
Kamis, 03 Januari 2013
Minggu, 11 November 2012
Akhirnya... aku POSTING juga...
Tentang Kita part 1 (Aku, Kamu,
dan BAQI)
“Ya Allah, Engkau yang mempertemukan kami dan pasti Engkau
pula yang memisahkan kami.”
Teringat pertama kali ketika aku melangkahkan kaki menuju
alFurqon, mencari-cari sebuah stand UKM BAQI dengan harapan bisa mengikuti
kegiatan tersebut untuk belajar mengaji. Tepatnya waktu itu jam 5 sore. Aku lihat
tulisan “Pendaftaran Anggota UKM BAQI UPI” di salah satu ruangan masjid alFurqon,
yang sekarang aku sudah mulai mengenalnya dengan sebutan “rumah kontrakan” atau
ruang biro. Rasa deg-degan itu muncul. Mungkin karena aku datang sangat telat
sekali. Lama aku berdiam diri diluar, mengamati beberapa akhwat (perempuan,
red) yang berdiskusi, entah apa. Niat untuk mengurungkan diri muncul begitu
saja. Ah, mungkin sudah telat. Pikirku. Namun tiba-tiba, Allah
mengarahkan kebaikan untukku, datang seorang teman yaitu Sella yang juga
berniat untuk mendaftar diri menjadi anggota BAQI. Aku diajaknya untuk memasuki
ruangan itu. Hatiku senang sekali.
Sama sekali tidak terpikirkan olehku untuk menjadi bagian
dari kepengurusan BAQI. Saat itu, belajar dan belajarlah yang aku inginkan. Aku
hanya ingin belajar mengaji. Titik. Akan tetapi, Allah selalu punya rencana
yang indah yang tidak pernah kita tahu. Mulailah suatu ketika aku mendapat
pesan singkat dari pengurus BAQI untuk mengikuti pertemuan GenQ (Generasi
Qurani) anggota baru di tempat yang sama, ruang biro. Beberapa anggota akhwat
baru sudah berkumpul, tanpa basa-basi, aku memperkenal diri kepada mereka, termasuk
pengurus BAQI (dengan PD-nya). Singkat cerita, urutan acara terakhir
dari pertemuan itu adalah pemilihan mas’ul dan mas’ulah (ketua laki-laki dan
perempuan, red) dari GenQ anggota baru. Beberapa cara sudah dilakukan, dari
mulai kesediaan pribadi, memilih lewat tutup mata sampai musyawarah, tidak juga
ada yang bersedia menjadi mas’ulah. Pada akhirnya, dengan sedikit terpaksa,
aku mengiyakan untuk menjadi mas’ulah setelah dibujuk teman-teman. Ya Allah,
rencana apa lagi yang ingin Engkau berikan?. Kata batinku.
Kalau ikhwan, saat itu hanya 2 orang yang hadir. Kang Redi
dan Kang Hasyim. Dan kang Redi yang diamanahkan menjadi mas’ul. Itulah
pertemuan pertamaku dengan keduanya. Hanya lewat suara, tidak tahu seperti apa
rupanya.
Aku selalu menyebutnya dengan jebakan terindah. Bagaimana
tidak?, aku diamanahkan untuk mengontrol kondisi teman-teman seangkatanku,
menyambungkan informasi-informasi tentang BAQI ke teman-teman, hal tersebut, masya
Allah, membuatku ingin menjadi orang yang utuh di BAQI.
Mengikuti masa-masa PMQ, bertemu Yuni dan Ummi dalam satu
tim, melihat semangat yang luar biasa, mengenal Fina Nafisah dan Hedya lebih
dekat, terakrabkan dengan beberapa sahabat GenQ yang sekarang raganya tidak ada
di BAQI, tapi mungkin masih menempatkan BAQI di hatinya. Bang Fadlul, Kang
Fahmi, yang ujug-ujug datang ke PMQ 3 padahal sebelumnya tidak pernah
ikut PMQ 1 dan 2, namun membawa semangat dan keceriaan yang menghangatkan, Kang
Egi, Kang Pratama, yang gigih selalu.
Beranjak kepengurusan pertama, awal edisi yang membuat
catatan anekdot (catatan sehar-hari, red) melebihi catatan matakuliahku
saat di kelas. Melihat, mengalami, dan merasakan betapa aku dipertemukan dengan
orang-orang tanggung. Kang Gun gun dengan BFU-nya di DSQ (membuat banyak orang
mengeluarkan air mata cinta dalam perjuangan da’wah), Bang Fadlul dengan
Bimbingannya di DPAQ (menggerakkan tanganmu untuk menuliskan lirik-lirik indah
nan syahdu yang terlukis dari lubuk hati), emm, alangkah nikmatnya saat
membuat lirik itu. Dan Kang Hasyim, yang menjadi partner terbaikku di DPPO
selama perjalanan PMQ dimulai, always spirit and never to complaint although
we like mother loss. Thanks for all.
Mba Yusti, mengenalmu bagai dijumpai dan menjumpai wewangian,
harum rasanya bisa bersahabat. Si Pemalu. Tak banyak bicara, rendah hati,
kreatif. Gue suka gaya Loe. Seingatku, kita saling mengenal ketika di kepengurusan
karena semangatmu di DTBQ. Kang Suyanto, yang setahuku sedikit sekali absen di
rapat DEPIKOM. Kok tahu? Kala itu aku terkadang nyumput waktu rapat
DEPIKOM. Masuk-masukan yang meyakinkan, dan kata-kata yang masih terngiang dari
Kang Suy adalah ya, siap teh, insya Allah. Dan Teh Awalia, ingatkah??? Aku
sering merepotkanmu untuk mengajariku bahasa Inggris. Hari selasa pagi. Sungguh,
hari ini diriku rindu untuk bertemu.
Teruntuk Ukhti (Yanti, Atun, Salis, Arti, Hatfina, Lisda,
Sella,...), Akhi (Dede, Tri Irvan, Fattah, Fahmi, Eris) kita satu kesatuan
dalam GenQ-24. Masuk bersama-sama, berjuang bersama-sama, merasakan pahit
bersama, manis bersama, meski terkadang kita jarang bertemu di forum BAQI.
Sungguh rindunya bertemu dengan kalian...
Tak lupa, cerita GenQ 24 ini terbumbui
dengan adanya kakak-kakak yang sering mengayomi kami. Dengan Teh Fitri dan Teh
Dyah, pertama akrab ketika aku bergabung di MDA. Kita sering nginep bareng,
makan di mayo, belajar tahsin bareng. Buat teh Dyah, makasih banget udah bantu
Selly buat survei-survei tempat PMQ dulu. (membuat adrenalin meningkat,
asli, bayarnya nanti dirapel ya, mang. Hehehe...). Inget deh, waktu itu
kita survei dari duhur sampai magrib, muter-muter lembang sama Kang Akom dan
Kang Hasyim.
Teh Nia, Teh Nurul, Teh Lia, dan Teh
Rini, kalian the best banget udah jadi kakak bagi kami. Ciri khas Teh
Lia, “selamat datang dirumah BAQI”, Teh Nurul, “hayo de, semangat”
dan “terimakasiiiiiihhhhh... buat bantuannya”, Teh Nia yang always
smile in all moment, bikin semua orang semangat dan kata-katanya yang tidak
mengecilkan hati. Teh Rini, dengan masukan-masukkannya yang bijak dan suka
bikin orang terpengaruh, termasuk aku. Hehehe...
For Kapten, Kang Akom Al Azam, Wise
people that i know.
Edisi revisi
Jumat, 05 Oktober 2012
Bulan ini, september,
untuk kedua kalinya membuat air mata ini keluar kembali. Ntah apa yang aku
rasakan saat ini. sungguh, aku tak tahu.
Jalan da’wah, jalannya
panjang tak berujung, banyak orang yang tak tertarik dengannya, dan butuh
perjuangan yang dahsyat untuk memperoleh kemenangannya.
Demi Allah, perjuangan
ini, bukankah perjuangan ini bukan untuk islam. Islam bahkan tak butuh dengan
perjuangan kita ini. islam sudah mula di mata Allah. Ya, perjuangan ini memang
sebenarnya untuk diri kita sendiri.
Ya Allah, mungkin hanya
engkau yang tahu apa yang terbaik untuk hamba dan kami semua.
Di satu sisi, aku merasa
ingin pergi, pergi tidak untuk meninggalkan semua ini, tapi pergi untuk
memperbaiki diri. Namun, disis lain, Allah melarang untuk meninggalkan kaum
yang lemah.
19-09-2012 @rumah pink
yang sejuk
BAQI tetap tersenyum meski
terluka dan terjatuh. Ya. Mungkin terluka dengan hati yang tak mau berbicara.
Di kesenyapan malam, remang-remang dalam pandangan, aku menatap langit yang
dekat namun jauh, duduk bersandar ditemani bunga-bunga cantik nan segar warna
dan baunya,
Dengan setumpuk amanah
yang bertumpang di pundak ini, dengan tuntutan tanggungjawab yang harus
diemban, ku jalani langkah ini. bismillah, yang pertama aku ucapkan.
Teringat dengan sebuah pernyataan,
“Janganlah engkau meminta amanah, tetapi ketika amanah itu datang kepadamu,
jalani amanah itu dengan sebaik-baiknya.”, “Jangan engkau borong amanah itu.
Jika engkau merasa tidak akan adil, maka lepaskan dengan sebaik-baik sikap.”
Akhir-akhir ini ada
sesuatu yang berbeda. senyum yang terasa pahit, ucapan salam yang tak
menyentuh, jabat tangan yang singkat dan tak dimaknai.
Beberapa hari ini, banyak
sekali mendengar keluhan tentang perjuangan da’wah. Bahkan satu per satu mundur
dari organisasi dengan title ‘da’wah’.
Entah ada apa ini.
lamat-lamat aku mengamati sesuatu. Ternyata hal itu mungkin pengaruh dari
ruhiyah kita yang sedang tak sehat. Ruhiyah sangat mempengaruhi apa yang akan
kita lakukan dan kita ucapkan. Mungkin kita banyak berkata sia-sia, berbuat
dengan sikap berlebihan, ghadul bashar yang sudah tak lagi dijaga,
mengabaikan tilawah Al Quran dengan alasan tugas dunia, tasbih yang terlupakan,
bercanda dan tertawa dengan berlebihan, bersemayam hati yang berpenyakit,
saling berbisik untuk memperbaiki namun tak ada aksi untuk memperbaiki,
menghadiri suatu kegiatan hanya untuk niat-niat tertentu, dan apapun yang
mengotori diri kita ini. astagfirullah...
Mungkinkah itu yang
membuat setiap kegiatan menghadapi banyak hambatan. Karena kita tidak memberikan
ruh kepada setiap kegiatan yang akan kita lakukan. Wallahu‘alam.
Semua memang sudah
ditentukan oleh Allah Swt. Apapun yang terjadi saat ini, itupun pasti sesuatu
yang terbaik dariNya, dan yang harus kita ketahui bahwa Allah tidak pernah
mendzolimi hamba-hambaNya. Justru kita yang telah mendzolimi diri kita dan
organisasi yang kita tempati.
22-09-2012
Jalan da’wah memang tidak
enak. Sama sekali tidak enak. Tapi tahukah bahwa janji Allah itu benar. Sungguh
benar. Kita hanya menunggu 1 menit 49 detik saja untuk menuju akhirat. Surga
dan nerakalah tempat kembali yang abadi.
Aku terjatuh dan tak
bangkit lagi, dalam lauta
Hari ini, banyak hikmah
yang bisa aku ambil. Meski menangis, terluka, tapi semua untuk perbaikan.
Teringat sebuah kata bahwa “manisnya hidup akan terasa jika merasakan
pahitnya”. Begitupun di organisasi ini.
BAQI.
Dua huruf yang bertemu
dalam satu kata. Ba dan Qi. Memiliki banyak makna. Bisa berarti kekal, pewaris,
tempat pemakaman sahabat-sahabat Rasulullah atau kalau Baqi sebuah benda, bisa
berarti wadah. Wadah untuk melayani umat. Melayani dalam memberantas buta huruf
Al Quran. Indahnya kata itu...
Mungkin seperti itu pula
indahnya hari ini. indah dengan saling mengingatkan, indah dengan saling
melengkapi, indah dengan tangisan, indah dengan tawa, indah dengan perjuangan
dan pengorbanan, indah dengan kasih dan sayang...
Aku mau terus berdoa agar
Allah selalu meridhoi organisasi ini. organisasi kecil yang tak ada apa-apanya
dibanding dengan format islam kala Rasulullah masih memimpin atau mungkin
ketika sahabat-sahabat Rasulullah menjamin nyawanya untuk islam.
Celoteh yang tak biasa
sore tadi,
Mengenai introspeksi.
Takdir. Kefatalan. Kekurangan. Dan, MAAF.
Ok, sekarang jangan
katakan ‘Aku’ atau ‘Kamu’ untuk da’wah ini. Tapi katakan ‘KITA’. Di organisasi
ini kita bersama-sama mewujudkan visi dan misi. Apapun yang terjadi, itu
menjadi tanggungjawab bersama meskipun setiap orang memiliki kadar kesalahan
yang berbeda.
Ruhiyahlah kunci utama.
Ketika ruhiyah kita baik,
ruhiyahlah yang akan menggerakkan semuanya. Mungkin menggerakkan mulut kita
untuk berucap, “Apa yang bisa saya bantu?” menggerakkan kaki untuk melangkah ke
majelis ilmu, rapat, menyebar proposal, mengajar atau apapun yang bermanfaat.
Atau menggerakan tangan ini untuk sekedar berkontribusi dalam mengetik surat,
mendekap penuh kasih saat sahabat kita terluka, mengulurkan tangan saat sahabat
kita terjatuh.
Ya. Ruhiyah. Ruhiyah yang
mencerminkan segala tingkah laku kita. Dan mempengaruhi kegiatan yang akan kita
lakukan.
Senin, 01 Oktober 2012
wahai para penghafal Al Quran,
Allah telah memilih kalian dengan keutamaan, mahkota, dan keharuman.
wahai orang yang membaca Al Quran dalam majlis atau dalam shalat,
dengan tilawahmu langit menjadi cerah dan bintang bersinar.
wahai orang yang senantiasa membaca dengan tartil, membaca ad-dzikr dan at-tanzil,
bergembiralah di hari kematian, anda akan beruntung dengan maghfirah Allah.
"Menghafal, menghafal, menghafal menjaga dari penyimpangan, perubahan dan pengurangan. Allah menghendaki kita agar menghafal Al Quran. menjaganya dari penyimpangan, perubahan dan pengurangan. dengan cara ini Allah akan memudahkan kita untuk menghafalnya sebagaimana firman Allah SWT." (Syeikh Muhammad Su'ud)
wahai kalian, merasa terpanggilkah???
Yuk, Semangat menghafal Al Quran!
Allah telah memilih kalian dengan keutamaan, mahkota, dan keharuman.
wahai orang yang membaca Al Quran dalam majlis atau dalam shalat,
dengan tilawahmu langit menjadi cerah dan bintang bersinar.
wahai orang yang senantiasa membaca dengan tartil, membaca ad-dzikr dan at-tanzil,
bergembiralah di hari kematian, anda akan beruntung dengan maghfirah Allah.
"Menghafal, menghafal, menghafal menjaga dari penyimpangan, perubahan dan pengurangan. Allah menghendaki kita agar menghafal Al Quran. menjaganya dari penyimpangan, perubahan dan pengurangan. dengan cara ini Allah akan memudahkan kita untuk menghafalnya sebagaimana firman Allah SWT." (Syeikh Muhammad Su'ud)
wahai kalian, merasa terpanggilkah???
Yuk, Semangat menghafal Al Quran!
Bagian 3
B. BERBICARA
Kegiatan
berbicara adalah kegiatan yang tidak dapat dilepaskan dalam keseharian kehidupan
kita sebagai manusia. Sehingga sejak dini melalui mata pelajaran Bahasa
Indonesia siswa dilatih untuk belajar bicara. Tujuan dari belajar berbicara
adalah menyampaikan buah pikiran, gagasan dan ide dengan bahasa yang dapat
dipahami orang lain dengan tingkat kebahasaan sesuai dengan karakter umur dan
kelompok kelas siswa bersangkutan. Dengan berbicara maka segala unek-unek,
gagasan, ide dan pendapat akan tersampaikan. Apabila isi dari pembicaraan
seseorang mendapat tanggapan yang baik dari si penyimak maka akan menciptakan
efek kepercayaan diri yang lebih dari si pembicara untuk selanjutnya berkreasi
menyampaikan gagasan lainnya. Melalui penyampaian gagasan akan berdampak pada
daya imajinasi siswa dalam mengolah pikirannya sehingga akan meningkatkan daya
pikir dan logika. Tak ayal lagi hanya melalui melatih siswa dalam berbicara
mereka akan berkreasi tanpa batas menghasilkan manusia-manusia unggul dan
berhasil kelak dikemudian hari.
1. BAHAN
PEMBELAJARAN BERBICARA
Sebagai
pendukung upaya guru dalam membelajarkan pembelajaran berbicara beberapa bahan
pelajaran yang digunakan disesuaikan dengan metode pembelajaran yang digunakan.
Kesesuaian itu diperlukan karna antara media/bahan pembelajaran dengan metode
saling terkait. Bahan pembelajaran tersedia apbila tidak didukung oleh metode
yang tepat maka pembelajaran menjadi tidak bermakna. Demikian pula jika metode
pembelajaran dengan prosedur yang teratur dan baik tetapi tidak dilengkapi
dengan media ataau bahan ajar yang baik maka proses pembelajaran menjadi tidak
baik pula.
Beberapa
bahan atau media yang layak dipertimbangkan dalam membelajarkan berbicara
kepada siswa SD adalah :
- Media
bacaan sederhana baik fiksi maupun non fiksi yang dibaca habis oleh siswa yang
diramu dengan metode tanya jawab diskusi dan bermain peran
- Media
audio visual yang disajikan oleh guru yang diramu dengan metode diskusi, tanya
jawab dan bermain peran. Melalui tema yang disajikan pada media tersebut guru
memancing siswa agar dapat berbicara.
- Cerita
rekaan guru berdasarkan kejadian yang bersifat fiktif ataupun fakta, yang
diakhiri dengan kegiatan diskusi yang memberikan kesempatan kepada setiap siswa
untuk berpendapat dan setiap pendapat adalah baik dan mendapat reward dari
guru.
- Bahan
dibawa sendiri oleh siswa melalui metode penugasan dimana siswa ditugaskan
untuk menceritakan pengalamannya sendiri berdasarkan suatu tema yang
selanjutnya disajikan oleh siswa dalam bentuk tulisan untuk mempermudah guru
dalam mengevaluasi. Dengan kegiatan ini akan didapatkan manfaat berganda selain
siswa dibelajarkan tentang berbicara selebihnya mereka akan mendapat
pembelajaran menulis pula.
- Kegiatan
membahas puisi yang disajikan oleh siswa untuk kemudian di paraprase. Kegiatan
diskusi dapat mengikutinya sehingga terjadi interaksi lebih baik antara siswa
dan guru.
2. METODE
PEMBELAJARAN BERBICARA
Senada
dengan pembahasan di atas bahwa tanpa metode yang tepat maka bahan pembelajaran
dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa menjadi tidak berarti. Maka berikut
akan diuraiakan beberapa metode pembelajaran yang layak dipertimbangkan dalam
kegiatan berbicara pada pembelajaran Bahasa Indonesia SD.
a. Metode
Ulang Ucap
Kegiatan ini
dapat dimulai dari kegiatan sederhan terutama untuk kelas awal SD yaitu dengan
menugaskan siswa mengulang kata yang diucapakan oleh guru.
b. Metode
Lihat Ucap
Siswa
ditugaskan untuk mengucapkan sesuatu kata atau kalimat yang berhubungan dengan
benda yang diperlihatkan oleh guru
c. Metode
Memberikan Deskripsi
Dengan
metode ini siswa diberikan tugas untuk untuk mendeskripsikan suatu benda yang
diperlihatkan oleh guru. Keterampilan yang dilatih selain kemampuan pokok yaitu
mengungkapkan pendapat adalah megamati benda, memilih dan mencocokkan sehingga
sangat cocok diterapkan pada siswa kelas awal sampai menengah di Sekolah Dasar.
d. Metode
Menjawab Pertanyaan
Metode ini
sudah sangat umum sehingga dapat diterapkan pada kondisi dan jenis sembarang
bahan ajar. Pertanyaan dapat dikondisikan sedemian rupa oleh guru untuk
merangsang kreatifitas berfikir dan menyampaikan tanggapan terhadap suatu
masalah yang diajukan.
e. Metode
Bertannya
Metode
bertanya juga sangat layak digunaka pada sembarang bahan ajar. Dengan
menyajikan bahan ajar telebih dahulu kemudian siswa ditugaskan untuk membuat
pertanyaan tentang sesuatu yang tidak dipahami oleh siswa atau bahkan dalam
tataran menguji materi ajar itu sendiri. Dengan bertanya mereka akan mendapat
jawaban dan tanggapan tersebut. Tanggapan dan jawaban tersebut yang diterima
oleh siswa akan masuk dalam suatu kondisi benar dan tidak. Apabila siswa memang
dasarnya adalah murni bertanya maka setelah mendengarkan jawaban/tanggapan dan
menganalisanya akan menanggapi benar atau salah. Dan apabila siswa bermaksud
menguji sudah barang tentu mereka sudah memiliki jawaban dan hal itu adalah
proses berfikir yang selangkah lebbih maju. Sehingga siswa ini tergolong
memiliki kecerdasan lebih dan layak mendapatkan penghargaaan yang lebih pula.
Kondisi-kondisi unik lainnya dapat ditemui secara langsung dilapangan dengan
tingkat variasi dan kompleksitas yang lebih tinggi.
f. Metode
Pertanyaan Menggali
Metode ini
sangat baik digunakan jika kondisi siswa yang stagnan dan dengan rata-rata
tingkat pemahaman bahkan IQ biasa-biasa saja. Karna untuk mengantarkan mereka
kepada suatu pemahaman yang menjadi tujuan pembelajaran diperlukan
langkah-langkah yang menggiring siswa sehingga sampai pada suatu keadaan paham
kepada tema atau permasalahan yang ingin kita sampaikan. Terkadang usaha ini
agak sulit dan membuat kita jengkel karna harus berputar-putar mencari
pengandaian dan logika lain, akan tetapi disinilah letak seni kita sebagai
guru.Akhirnya siswa akan dapat berbicara untuk menyampaikan gagasan, ide dan
pendapat mereka.
g. Metode
Melanjutkan
Pada
kegiatan ini siswa secara bergilir ditugaskan untuk membuat ide cerita dan
siswa yang lainnya melanjutkan cerita tersebut. Dalam keadaan tertentu dapat
dikondisikan suatu bentuk permainan dalam kegiatan ini.
h. Metode
Menceritakan Kembali
Kegiatan ini
sudah sangat umum dilaksanakan terutama dalam pembelajaran yang menggunakan
bahan ajar certai baik fiksi maupun non fiksi. Dimana siswa ditugaskan untuk
membaca atau mendengar cerita untuk kemudian menceritakan kembali isi cerita
tersebut secara lisan di depan teman-teman mereka yang berperan sebagai audien.
Dengan kegiatan ini maka siswa akan tertantang untuk berlomba memahami cerita
yang sudah pernah mereka dengar atau basa.
i. Metode
Percakapan atau Bermain Peran
Kegiatan ini
sangat baik dilaksanakan untuk pemahaman tingkat lanjut tentang suatu cerita dimana
dengan memerankan siswa akan lebih memahami bukan hanya kepada alur cerita akan
tetapi akan lebiih kepada penjiwaan karakter masing masing tokoh. Dalam keadaan
ini pemahaman siswa terhadap cerita akan utuh karna dengan berbicara
mengucapkan naskah cerita atau drama mereka akan sangat menghayati setiap
adegan dan untaian kata percakapan yang diucapkan.
j. Metode
Parafrase
Metode ini
dapat dilaksanakan dalam kegiatan belajar menggunakan bahan ajar puisi yang
selanjutnya dirubah menjadi prossa yang kemudian siswa ditugaskan menceritakan
secara lisan hasil paraprase tersebut.
k. Metode
Reka Cerita Gambar
Metode ini
sangat kreatif dan layak untuk dicoba karna dengan menyajikan gambar acak siswa
akan mereka kembali dengan susunan yang benar urutan gambar tersebut. Dalam
kegiatan tersebut dengan sudah sangat pasti mereka akan berbicara setelah guru
bertanya, “Anak anak, Bagaimanakah susunan yang benar dai gambar tersebut ?” .
l. Metode
Memberi Petunjuk
Metode ini
layak juga untuk dicoba terutama untuk mempelajari bahan ajar tentang denah,
petunjuk penggunaan obat dan alat tertentu. Dengan penugasan untuk menyampaikan
hal tersebut siswa akan tertantang untuk berbicara dan menyampaikan penjelasan
berdasarkan ide dan pendapat masing-massing melalui bahasa sederhana dan
sesederhanapun penyampaian layak mendapat penghargaaan.
m. Metode
Pelaporan
Melalui
pengamatan terhadap obyek pada kegiatan tertentu siswa kemudian melaporkan
hasil pengamatan dengan penyampaian lisan yang didahului oleh konsep tulisan.
Dalam hal ini terjadi proses mirip dengan proses pada metode identifikasi akan
tetapi memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi. Sehingga sesederhana
apapun penyampaian siswa layak dihargai karna sebagai awal mula yang baik untuk
proses penelitian dan pelaporan dalam kegiatan ilmiah yang sangat mendukung
proses meningkatkan kreatifitas siswa.
n. Metode
Wawancara
Kegiatan ini
adalah kegiatan tingkat tinggi dari bertanya hingga menganalisa jawaban audien
kemudian mengajukan pertanyaan berikutnya yang diikuti oleh proses pelaporan
layaknya seorang wartawan. Proses berbicara dari nkegiatan ini adalah awal dari
membentuk pribadi yang kritis dan santun .
o. Metode
Diskusi
Kegiatan ini
adalah proses interaksi tingkat tertinggi yang merangsang daya fikir, logika,
kritis dan santun. Dalam kegiatan ini sejelek apapun pendapat, sanggahan dan
klarifikasi siswa adalah hal yang maha baik dalam memulai suatu sikap peka
terhadap lingkungan dan isu-isu tertentu dalam mencari jalan keluar. Dimana
sudah barang tentu merupakan kreatifitas yang sangat layak mendapat
penghargaan.
p. Metode
Bertelpon
Seiring
dengan teknologi informasi yang kian maju maka keterampilan bertelpon sangat
penting dalam membentuk sikap cepat, efektif dan sopan dalam berkomunikasi.
Karna berbicara melalaui telpon tanpa hadirnya lawan bicara secara langsung
memerlukan tingkat kepekaan yang tinggi dalam tata cara pergaulan sehari-hari
dalam kegiatan bertelpon
q. Metode
Dramatisasi
Metode ini
adalah kelanjutan dari kegiatan bermain peran yang dilengkapi dengan tema,
seting, perwatakan, seting dan naskah drama yang ditampilkan secara utuh.
Kegiatan ini penuh dengan kegiatan berbicara sesuai dengantuntunan naskah yang
runtut.
Reference:
http://baliteacher.blogspot.com/2011/05/metode-pembelajaran-berbicara-bahasa.html
Langganan:
Postingan (Atom)

