Minggu, 11 November 2012

Akhirnya... aku POSTING juga...


Tentang Kita part 1 (Aku, Kamu, dan BAQI)
“Ya Allah, Engkau yang mempertemukan kami dan pasti Engkau pula yang memisahkan kami.”
Teringat pertama kali ketika aku melangkahkan kaki menuju alFurqon, mencari-cari sebuah stand UKM BAQI dengan harapan bisa mengikuti kegiatan tersebut untuk belajar mengaji. Tepatnya waktu itu jam 5 sore. Aku lihat tulisan “Pendaftaran Anggota UKM BAQI UPI” di salah satu ruangan masjid alFurqon, yang sekarang aku sudah mulai mengenalnya dengan sebutan “rumah kontrakan” atau ruang biro. Rasa deg-degan itu muncul. Mungkin karena aku datang sangat telat sekali. Lama aku berdiam diri diluar, mengamati beberapa akhwat (perempuan, red) yang berdiskusi, entah apa. Niat untuk mengurungkan diri muncul begitu saja. Ah, mungkin sudah telat. Pikirku. Namun tiba-tiba, Allah mengarahkan kebaikan untukku, datang seorang teman yaitu Sella yang juga berniat untuk mendaftar diri menjadi anggota BAQI. Aku diajaknya untuk memasuki ruangan itu. Hatiku senang sekali.
Sama sekali tidak terpikirkan olehku untuk menjadi bagian dari kepengurusan BAQI. Saat itu, belajar dan belajarlah yang aku inginkan. Aku hanya ingin belajar mengaji. Titik. Akan tetapi, Allah selalu punya rencana yang indah yang tidak pernah kita tahu. Mulailah suatu ketika aku mendapat pesan singkat dari pengurus BAQI untuk mengikuti pertemuan GenQ (Generasi Qurani) anggota baru di tempat yang sama, ruang biro. Beberapa anggota akhwat baru sudah berkumpul, tanpa basa-basi, aku memperkenal diri kepada mereka, termasuk pengurus BAQI (dengan PD-nya). Singkat cerita, urutan acara terakhir dari pertemuan itu adalah pemilihan mas’ul dan mas’ulah (ketua laki-laki dan perempuan, red) dari GenQ anggota baru. Beberapa cara sudah dilakukan, dari mulai kesediaan pribadi, memilih lewat tutup mata sampai musyawarah, tidak juga ada yang bersedia menjadi mas’ulah. Pada akhirnya, dengan sedikit terpaksa, aku mengiyakan untuk menjadi mas’ulah setelah dibujuk teman-teman. Ya Allah, rencana apa lagi yang ingin Engkau berikan?. Kata batinku.   
Kalau ikhwan, saat itu hanya 2 orang yang hadir. Kang Redi dan Kang Hasyim. Dan kang Redi yang diamanahkan menjadi mas’ul. Itulah pertemuan pertamaku dengan keduanya. Hanya lewat suara, tidak tahu seperti apa rupanya.
Aku selalu menyebutnya dengan jebakan terindah. Bagaimana tidak?, aku diamanahkan untuk mengontrol kondisi teman-teman seangkatanku, menyambungkan informasi-informasi tentang BAQI ke teman-teman, hal tersebut, masya Allah, membuatku ingin menjadi orang yang utuh di BAQI.
Mengikuti masa-masa PMQ, bertemu Yuni dan Ummi dalam satu tim, melihat semangat yang luar biasa, mengenal Fina Nafisah dan Hedya lebih dekat, terakrabkan dengan beberapa sahabat GenQ yang sekarang raganya tidak ada di BAQI, tapi mungkin masih menempatkan BAQI di hatinya. Bang Fadlul, Kang Fahmi, yang ujug-ujug datang ke PMQ 3 padahal sebelumnya tidak pernah ikut PMQ 1 dan 2, namun membawa semangat dan keceriaan yang menghangatkan, Kang Egi, Kang Pratama, yang gigih selalu.
Beranjak kepengurusan pertama, awal edisi yang membuat catatan anekdot (catatan sehar-hari, red) melebihi catatan matakuliahku saat di kelas. Melihat, mengalami, dan merasakan betapa aku dipertemukan dengan orang-orang tanggung. Kang Gun gun dengan BFU-nya di DSQ (membuat banyak orang mengeluarkan air mata cinta dalam perjuangan da’wah), Bang Fadlul dengan Bimbingannya di DPAQ (menggerakkan tanganmu untuk menuliskan lirik-lirik indah nan syahdu yang terlukis dari lubuk hati), emm, alangkah nikmatnya saat membuat lirik itu. Dan Kang Hasyim, yang menjadi partner terbaikku di DPPO selama perjalanan PMQ dimulai, always spirit and never to complaint although we like mother loss. Thanks for all.
Mba Yusti, mengenalmu bagai dijumpai dan menjumpai wewangian, harum rasanya bisa bersahabat. Si Pemalu. Tak banyak bicara, rendah hati, kreatif. Gue suka gaya Loe. Seingatku, kita saling mengenal ketika di kepengurusan karena semangatmu di DTBQ. Kang Suyanto, yang setahuku sedikit sekali absen di rapat DEPIKOM. Kok tahu? Kala itu aku terkadang nyumput waktu rapat DEPIKOM. Masuk-masukan yang meyakinkan, dan kata-kata yang masih terngiang dari Kang Suy adalah ya, siap teh, insya Allah. Dan Teh Awalia, ingatkah??? Aku sering merepotkanmu untuk mengajariku bahasa Inggris. Hari selasa pagi. Sungguh, hari ini diriku rindu untuk bertemu.
Teruntuk Ukhti (Yanti, Atun, Salis, Arti, Hatfina, Lisda, Sella,...), Akhi (Dede, Tri Irvan, Fattah, Fahmi, Eris) kita satu kesatuan dalam GenQ-24. Masuk bersama-sama, berjuang bersama-sama, merasakan pahit bersama, manis bersama, meski terkadang kita jarang bertemu di forum BAQI. Sungguh rindunya bertemu dengan kalian...
Tak lupa, cerita GenQ 24 ini terbumbui dengan adanya kakak-kakak yang sering mengayomi kami. Dengan Teh Fitri dan Teh Dyah, pertama akrab ketika aku bergabung di MDA. Kita sering nginep bareng, makan di mayo, belajar tahsin bareng. Buat teh Dyah, makasih banget udah bantu Selly buat survei-survei tempat PMQ dulu. (membuat adrenalin meningkat, asli, bayarnya nanti dirapel ya, mang. Hehehe...). Inget deh, waktu itu kita survei dari duhur sampai magrib, muter-muter lembang sama Kang Akom dan Kang Hasyim.
Teh Nia, Teh Nurul, Teh Lia, dan Teh Rini, kalian the best banget udah jadi kakak bagi kami. Ciri khas Teh Lia, “selamat datang dirumah BAQI”, Teh Nurul, “hayo de, semangat” dan “terimakasiiiiiihhhhh... buat bantuannya”, Teh Nia yang always smile in all moment, bikin semua orang semangat dan kata-katanya yang tidak mengecilkan hati. Teh Rini, dengan masukan-masukkannya yang bijak dan suka bikin orang terpengaruh, termasuk aku. Hehehe...
For Kapten, Kang Akom Al Azam, Wise people that i know.
                                                                                                                        Edisi revisi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar